Laman

Tampilkan postingan dengan label berbagi berkat dengan yang lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi berkat dengan yang lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2009

Miliki Perkataan yang Mendatangkan Berkat Kehidupan


“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21


Mengiring Yesus dalam kehidupan umat Tuhan senantiasa penuh dengan masalah dan problema. Semua pencobaan yang datang dalam hidup kita diijinkan oleh Tuhan untuk dapat membentuk kita semua hingga mencapai kepada kesempurnaan. Ketika kita bertobat dan menerima Yesus sebagai juruselamat kita, masih banyak hal dalam kehidupan kita yang tidak berkenan di hadapanNya. Semua hal yang tidak berkenan ini dalam hidup kita ini tentunya akan menghalangi kita untuk menerima berkat dari Tuhan.Salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah perkataan yang kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.” Yak 3:4-5a

Firman Tuhan mengatakan bahwa apa yang kita ucapkan dapat mengendalikan keseluruhan hidup kita bagaikan sebuah kemudi yang kecil dapat mengendalikan arah dan tujuan sebuah kapal yang besar.Perkataan yang positif akan memberikan dampak yang positif juga bagi hidup kita, apalagi jika kita memperkatakan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan membentuk kehidupan kita dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak tahu menjadi berhikmat, dari yang tidak punya menjadi punya, dari yang sakit menjadi sehat, dari yang tidak mampu menjadi mampu, dari yang kecil menjadi besar.

Pertama kali Tuhan Allah menciptakan dunia ini beserta isinya dan alam semesta adalah dengan memperkatakan Firman: “Jadilah….”, maka semuanya itu tercipta.Setiap pelayanan Yesus sewaktu Dia menjadi manusia selalu memperkatakan Firman Tuhan. Ketika Dia dicobai oleh iblis, yang keluar dari mulutNya adalah Firman Tuhan. Oleh FirmanNya itulah siasat si iblis dapat dikalahkan.

Tuhan adalah pencipta, dengan FirmanNya hidup kita dapat diciptakan seturut dengan kehendakNya. Oleh karena itu, perkatakanlah Firman Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, bahkan dalam keadaan kehilangan harapan sekalipun. Tanpa kita sadari, Firman yang kita perkatakan akan bekerja secara ajaib (supranatural), membentuk, menciptakan, mengubahkan keseluruhan hidup kita sesuai dengan rencanaNya.

Hal yang menjadi halangan berkat Tuhan:
“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. ” Yak 3:9-12

Perkataan-perkataan yang negatif akan membentuk hal-hal yang negatif juga dalam kehidupan kita. Masalah yang kita alami sehingga membuat kita merasa tidak mampu, kelelahan, putus asa, kecewa, marah dan hilang pengharapan dapat membuat kita mengeluarkan kata-kata yang negatif dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Hal ini tidak akan membuat masalah kita menjadi selesai, tetapi dapat memperburuk keadaan. Kata-kata negatif yang keluar dari mulut kita dapat menjadi kutuk atas kehidupan kita bahkan kutuk bagi orang lain jika diucapkan terhadap orang lain. Kutuk ini akan mengikat hidup kita sehingga kita tidak bisa memperoleh berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Tapi tentunya kutuk ini juga dapat dilepaskan di dalam nama Yesus Kristus.

Kisah bangsa Israel yang mengembara di padang gurun selama 40 tahun merupakan pelajaran bagi kita semua sebagai umatNya. Kita banyak melihat sungut-sungut bangsa Israel sehingga mendatangkan murka Tuhan. Bahkan hampir seluruh generasi Musa tidak dapat memasuki Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb. Ini semua akibat ulah bangsa Israel yang menggerutu atas keadaan yang mereka alami dan tidak percaya akan janji Tuhan.

Ucapkanlah hal-hal positif, perkatakanlah Firman Tuhan dan mengucap syukur atas segala hal. Dalam keadaan seburuk apapun, kita harus tetap mengendalikan lidah kita agar tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kutuk atas hidup kita. Tetap perkatakan Firman Tuhan dalam segala keadaan, maka Dia akan mengambil alih hidup kita dan memberikan jalan keluar atas segala masalah yang kita hadapi. Dan kita akan melihat janji Tuhan digenapi dan berkatNya mengalir dalam kehidupan kita.

.“Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. ” Ams 10:11
“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. ” Ams 15:4
“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. ” Ams 21:23

PelitaHidup.com


Jumat, 18 September 2009

KETIKA SESEORANG MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ANDA













Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.
Roma 4:20

Saat Anda memberkati orang lain, Anda tidak pernah kehilangan. Bahkan jika seseorang mengambil keuntungan dari sifat baik Anda, Tuhan tidak akan mengizinkan kemurahan hati Anda berlalu tanpa pahala. Misalnya, saat Tuhan memberitahukan Abraham untuk mengumpulkan keluarganya dan menuju suatu negeri yang lebih baik, Abraham membawa seluruh hewan peliharaan, ternak, keluarga, dan bahkan anggota keluarga besarnya. Mereka berjalan selama berbulan-bulan dan akhirnya sampai ke negeri baru mereka. Setelah tinggal di sana beberapa lama, mereka menyadari bahwa bagian negeri di mana mereka tinggal itu tidak sanggup menopang mereka dengan cukup makanan dan air bagi semua orang dan hewan peliharaan serta ternak mereka.

Abraham berkata kepada keponakannya Lot, "Kita perlu berpisah." Ia berkata, "Engkau memilih bagian mana saja dari negeri ini yang engkau ingin miliki, dan aku akan mengambil yang tersisa." Perhatikanlah bagaimana baiknya Abraham kepada keponakannya.

Lot memandang sekeliling dan melihat sebuah lembah yang indah dengan padang rumput yang hijau lebat dan perbukitan serta danau-danau. Ia berkata, "Abraham, itulah tempat yang aku inginkan. Itulah tempat bagian keluargaku akan tinggal." Abraham berkata, "Baiklah; pergilah dan kiranya engkau diberkati." Abraham bisa saja berkata, "Lot, engkau tidak akan mendapatkan tanah itu. Akulah yang telah memimpin perjalanan ini. Tuhan berbicara kepadaku, bukan kepadamu. Akulah yang seharusnya mendapatkan pilihan pertama." Abraham tidak melakukan itu. Ia mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskan kebaikannya.

Tetapi saya yakin setelah Abraham menyadari apa yang tersisa baginya, ia kecewa juga. Bagiannya adalah tanah terasing yang kering dan tandus. Pikirkanlah itu; Abraham telah menempuh perjalanan yang jauh. Ia telah berusaha keras dalam pencarian suatu kehidupan yang lebih baik untuk anggota keluarganya. Sekarang, karena kemurahan dan kebaikan hatinya, ia dibuang untuk tinggal di bagian kumuh negeri itu. Saya yakin ia berpikir, Tuhan, mengapa orang selalu mengambil keuntungan dari kebaikanku? Tuhan, mengapa aku selalu mendapatkan kerugian? Anak itu, Lot, tidak akan mendapatkan apa pun jika aku tidak memberikan kepadanya.

Mungkin Anda merasa bahwa Anda adalah orang yang selalu memberi. Mungkin Anda adalah orangtua dari seorang anak yang tidak tahu berterima kasih. Mungkin mantan pasangan Anda sedang mengambil keuntungan dari Anda dalam penyelesaian perceraian. Mungkin perusahaan Anda sedang berbicara tentang "perampingan" setelah Anda memberikan kepada mereka tahun-tahun terbaik kehidupan Anda. Mungkin Anda adalah orang yang selalu berjalan satu mil lebih jauh lagi. Anda adalah pembawa damai dalam keluarga. Karena orang mengetahui bahwa Anda baik hati, murah hati dan bersahabat, mereka cenderung mengambil keunt